Kamis, 23 Pebruari 2012

Sedang Online
Kami memiliki 27 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 406 |
![]() | Kemarin | 1242 |
![]() | Minggu ini | 4312 |
![]() | Bulan ini | 36550 |
![]() | Total Pengunjung | 922559 |
Login Area
| Pangdam Jaya/Jayakarta : Pemuda Aset Bangsa Yang Berharga |
|
|
|
| Press Release | |||
| Ditulis oleh Tim Redaksi | |||
| Kamis, 26 Januari 2012 16:30 | |||
"Bangsa yang besar tidak hanya dapat
diukur dari barometer kekuatan politik dan ekonomi sosial. Bangsa yang besar
merupakan bangsa yang mampu membangun dedikasi terhadap generasi mudanya".Panglima
Kodam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Waris mendeklarasikan Acara "Gerakan
Cinta Prestasi Kodam Jaya dihadapan peserta upacara sebanyak 850 Atlet yang terdiri dari atlet PON DKI Jakarta dan Atlet Prajurit
Kodam Jaya di Lapangan
Chandradimuka Rindam Jaya Jl Condet Raya No 55 Kel. Gedong Condet Jakarta
Timur, Kamis (26/1).
Hadir
dalam acara tersebut Danrem 051/Wijayakarta, Danrem
052/Wijayakrama, Gubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Asisten Perekonomian
Pemda DKI Jakarta Mara Oloan Siregar, Para Asisten Kasdam Jaya, Kabalak dan
para Dansat Jajaran Kodam Jaya/Jayakarta, Ibu Ketua Persit KCK PD Jaya Ibu Sri
Waris beserta Ibu Wakil Ketua Persit KCK PD Jaya, Perwakilan dari Resimen
Mahasiswa Jayakarta, dan para
Peserta Deklarasi
Gerakan "Jakarta Cinta Prestasi".
Pangdam Jaya/Jayakarta menyampaikan
bahwa Pemuda adalah suatu
aset bangsa yang sangat berharga. Oleh karena itu pemuda dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara tidak boleh diacuhkan. Posisi generasi muda dalam
masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral dalam artian bahwa, pemuda
berperan sebagai pelestari nilai budaya, kejuangan, pelopor dan perintis
pembaruan melalui karsa, karya dan dedikasi. Mereka menjadi tolak ukur baik
buruknya tampilan wajah bangsa berikutnya. sedangkan prestasi seorang siswa diwujudkan
dalam perolehan nilai hasil belajar yang baik atau kelulusan dengan nilai yang
baik. Para atlet dunia telah mulai mengenal olah raga dan berlatih sejak usia
belasan atau bahkan sejak masuk sekolah dasar. Demikian juga ilmuwan-ilmuwan
besar merupakan orang-orang yang tekun belajar dan bereksperimen. Diantara
ribuan kali eksperimen mungkin terdapat berkali-kali kegagalan yang tidak
membuat mereka putus asa. Kerja keras dan jiwa besar semacam itulah yang
akhirnya berbuah prestasi di masa datang.Dengan penantanganan
prasasti oleh Pangdam Jaya maka resmi sudah penggunaan fasilitas kebugaran untuk
para atlet, prajurit dan Menwa demi tercapainya tujuan Jakarta Cinta Prestasi
bagi pemuda Bangsa. Acara dimeriahkan dengan pemberian motivasi oleh Prof Yohanes
Suryo, Ade Raid an artis ternama Deni Malik dan diakhiri dengan teknik latihan
kebugaran.
|








"Bangsa yang besar tidak hanya dapat
diukur dari barometer kekuatan politik dan ekonomi sosial. Bangsa yang besar
merupakan bangsa yang mampu membangun dedikasi terhadap generasi mudanya".
Pangdam Jaya/Jayakarta menyampaikan
bahwa Pemuda adalah suatu
aset bangsa yang sangat berharga. Oleh karena itu pemuda dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara tidak boleh diacuhkan. Posisi generasi muda dalam
masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral dalam artian bahwa, pemuda
berperan sebagai pelestari nilai budaya, kejuangan, pelopor dan perintis
pembaruan melalui karsa, karya dan dedikasi. Mereka menjadi tolak ukur baik
buruknya tampilan wajah bangsa berikutnya. sedangkan prestasi seorang siswa diwujudkan
dalam perolehan nilai hasil belajar yang baik atau kelulusan dengan nilai yang
baik. Para atlet dunia telah mulai mengenal olah raga dan berlatih sejak usia
belasan atau bahkan sejak masuk sekolah dasar. Demikian juga ilmuwan-ilmuwan
besar merupakan orang-orang yang tekun belajar dan bereksperimen. Diantara
ribuan kali eksperimen mungkin terdapat berkali-kali kegagalan yang tidak
membuat mereka putus asa. Kerja keras dan jiwa besar semacam itulah yang
akhirnya berbuah prestasi di masa datang.