Jumat, 30 Juli 2010
Ulti Clocks content
Sedang Online
Kami memiliki 14 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 294 |
![]() | Kemarin | 502 |
![]() | Minggu ini | 2423 |
![]() | Bulan ini | 13696 |
![]() | Total Pengunjung | 247258 |
Login Area
| Mengukur Profesionalisme Prajurit Yonkav 7/Sersus Melalui Latihan Menembak Senjata Ranpur |
|
|
|
| Ditulis oleh Kapten Kav. Agung Wira | ||||
| Kamis, 22 Oktober 2009 10:46 | ||||
Halaman 1 dari 2 MENGUKUR
PROFESIONALISME PRAJURIT YONKAV 7/SERSUS
MELALUI
LATIHAN MENEMBAK SENJATA RANPUR
Oleh :
Danki Serri 71Yonkav-7/sersus
Kapten Kav Agung Wira
Menembak
Senjata Ranpur merupakan kemampuan teknis yang harus dimiliki oleh personel
Satuan Kavaleri dengan jabatan Tamtama Penembak Senjata Ranpur maupun Komandan
Kendaraan yang memimpin Ranpur tersebut. Yonkav 7/Sersus sebagai Satuan
Kavaleri yang mengoperasikan Ranpur jenis Commando V150 dan VAB telah
merencanakan dan melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ranpur sesuai dengan
Kalender Latihan Satuan TA. 2009. Latihan menembak senjata Ranpur yang
dilaksanakan meliputi menembak senjata Kanon V150 kaliber 90 mm dan senjata SMS
M60 Coaxial serta M60 PSU kaliber 7,62 mm. Penembakan dilaksanakan secara
statis disesuaikan dengan jarak efektif dari masing-masing senjata dan medan
latihan yang tersedia dimana sasaran Kanon V150 ditempatkan pada jarak 1000
meter dan SMS M60 Coaxial serta PSU pada
jarak 600 meter. Latihan menembak kali ini melibatkan seluruh personel dengan
jabatan organik Danton, Baton, Danran, Danrubu dan Tabaknon serta Tabak SMS
yang ada di satuan saat ini. Sebagaimana layaknya Ranpur yang dioperasikan
seluruh Satuan Kavaleri, Ranpur V150 AP dan Intai memiliki beberapa kekhususan
dalam pelaksanaan penembakan senjata Ranpur yang terdapat pada Ranpur tersebut.
Berbeda dengan Ranpur Tank ataupun APC roda rantai, Ranpur V150 Intai maupun AP
memiliki 1 buah kubah senjata (weapon
turret) sekaligus memiliki kubah penembakan senjata PSU (penangkis serangan
udara) yang terpisah dengan kubah utama. Kubah tersebut dipersenjatai dengan
senjata SMS M60 kaliber 7,62 mm yang merupakan additional mounting untuk mengatasi ancaman serangan udara musuh
yang dapat pula berfungsi sebagai senjata anti Infanteri. Pengawakan dari semua
senjata yang ada di Ranpur V150 ini pun juga berbeda dengan kebanyakan Ranpur
yang ada di jajaran Kavaleri TNI AD, dimana Komandan Kendaraan yang biasa
dijabat juga oleh Danton, Baton maupun Danru Penyerbu, mengoperasikan senjata
yang ada di kubah utama sedangkan Tabak SMS Ranpur justru mengawaki kubah
senjata PSU.
Kekhususan ini pulalah yang menentukan
pelaksanaan mekanisme penembakan saat Latihan Menembak Senjata Ranpur dimana
seluruh Bintara dengan jabatan Baton, Danran dan Danru Penyerbu dilatih
menembak senjata M60 Coaxial di dalam kubah sedangkan seluruh Tabak SMS Ranpur
dilatih menembakkan senjata PSU Ranpur. Menembakkan senjata Ranpur dari dalam
kubah Ranpur V150 Intai maupun AP memiliki seni tersendiri karena disamping
mereka harus menembak dengan teleskop mereka juga harus mampu mengatasi kemungkinan
terjadinya kemacetan senjata di dalam kubah yang sangat sempit, ditambah lagi
harus tetap memimpin Ranpur selama gerakan. Selain itu, senjata Ranpur pada
kubah utama pada Ranpur V150 Intai dan AP dapat pula ditembakkan secara manual
menggunakan picu maupun secara elektrik menggunakan perangkat tembak listrik. Lain
halnya dengan unsur Danran yang menembak dari dalam kubah, Tabak senjata M60
PSU harus menguasai penembakan secara manual untuk mengatasi sasaran di udara
yang berupa ancaman helikopter serang musuh dan sasaran di darat berupa regu
Infanteri musuh bila bergerak mendekati Ranpur pada jarak tidak efektif dari
kubah senjata utama.
|








