Jumat, 10 September 2010
Ulti Clocks content

Sedang Online
Kami memiliki 6 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 27 |
![]() | Kemarin | 343 |
![]() | Minggu ini | 1626 |
![]() | Bulan ini | 3288 |
![]() | Total Pengunjung | 265380 |
Login Area
| Re- Vitalisasi Dan Re-Aktualisasi Pembinaan Teritorial Komando Kewilayahan TNI AA Guna Mendukung Kepentingan Pertahanan Matra Darat Pada Masa Mendatang: - 7 |
|
|
|
| Ditulis oleh Letkol Inf Judi Paragina M.Sc, |
| Selasa, 20 Oktober 2009 10:30 |
|
Halaman 8 dari 8
a.   Pembinaan Teritorial merupakan suatu
kebutuhan yang sangat fundamental guna kepentingan bangsa dan negara, khususnya
di bidang pertahanan matra darat.
b.   Konsep Pembinaan Teritorial memerlukan upaya
revitalisasi dan reaktualisasi secara kultural maupun konseptual untuk
menghilangkan dikotomi 'Pembina vs yang dibina' dan mentalitas 'Penguasa dan
yang dikuasai', sehingga terwujud kesepahaman diantara seluruh komponen bangsa bahwa Pembinaan Teritorial sebagai bagian dari urusan
Pertahanan, merupakan tanggung jawab bersama.
c.   Pendekatan yang perlu
dilakukan dalam penyusunan dan pelaksanaan program Binter adalah menerapkan
konsep partnership (kemitraan) dengan
pola Networking dimana TNI AD,
Pemerintah Daerah, LSM, dan lainnya perlu dilibatkan sehingga tercipta sense of belonging di seluruh komponen
bangsa terhadap keberhasilan program Pembinaan Teritorial.
Bagaimanapun juga, secara jujur dan faktual
Pembinaan Teritorial saat ini oleh sebagian besar masyarakat lebih dipahami
sebagai ‘urusan TNI AD' atau bahkan ‘kepentingan TNI AD' daripada ‘kebutuhan
bersama'.    Oleh sebab itu, guna
mendukung keberhasilan program Pembinaan Teritorial di masa mendatang
disarankan:
a.   Perlu diperjelas kewenangan dan batas
kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan TNI/TNI AD dalam peraturan
perundang-undangan untuk melaksanakan program pemberdayaan wilayah pertahanan.
b. Perlu adanya sosialisasi tentang pengetahuan
Pembinaan Teritorial di kalangan masyarakat melalui jalur pendidikan dengan
memasukkannya sebagai salah satu materi pada mata pelajaran Kewarganegaraan di
strata SMA dan perguruan tinggi, sehingga Pembinaan Teritorial dapat dipahami
oleh seluruh komponen bangsa sebagai suatu kebutuhan yang fundamental terkait
dengan sistem pertahanan negara yang disebut SISHANTA.
Penutup.
Demikian karya tulis ini disusun, sebagai bahan masukan bagi
Pimpinan TNI AD, dengan harapan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam
menentukan kebijakan tentang program Pembinaan Teritorial. Namun demikian, pemikiran dalam karya tulis
ini diakui tidak dapat langsung diimplementasikan karena masih memerlukan
pengkajian yang lebih mendalam dan komprehensif.
Jakarta, Â Â Â Â Oktober 2009
Penulis
Judi Paragina
Firdaus, M.Sc
Letkol Inf NRP
11930085110872
|







