Rabu, 08 September 2010
Ulti Clocks content

Sedang Online

Kami memiliki 19 Tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini148
mod_vvisit_counterKemarin433
mod_vvisit_counterMinggu ini948
mod_vvisit_counterBulan ini2610
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung264703

Login Area




 
Re- Vitalisasi Dan Re-Aktualisasi Pembinaan Teritorial Komando Kewilayahan TNI AA Guna Mendukung Kepentingan Pertahanan Matra Darat Pada Masa Mendatang: - 5 PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Letkol Inf Judi Paragina M.Sc,   
Selasa, 20 Oktober 2009 10:30
Indeks Artikel
Re- Vitalisasi Dan Re-Aktualisasi Pembinaan Teritorial Komando Kewilayahan TNI AA Guna Mendukung Kepentingan Pertahanan Matra Darat Pada Masa Mendatang:
Abstract
Pendahuluan
membangun kedaulatan TNI dan Rakyat
konsep Partnership dlm pembinaan teritorial
Pola hubungan antar individu
--
Kesimpulan dan Saran
Semua Halaman

Dari pengertian tersebut di atas, dapat dipahami bahwa 'terwujudnya saling pengertian dan kebersamaan' merupakan suatu kondisi yang diharapkan dan harus dibangun guna meciptakan aspek Geografi menjadi Ruang Juang, Demografi menjadi Alat Juang, serta Kondisi Sosial yang meliputi bidang panca gatra (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Hankam) menjadi Kondisi Juang yang tangguh dalam konteks penyiapan sumber daya nasional untuk mendukung Sistem Pertahanan Semesta (SISHANTA).

Saling pengertian dan kebersamaan tersebut memerlukan adanya kesetaraan dan kerjasama yang solid dalam menyusun dan melaksanakan program Pembinaan Teritorial antara Komando Kewilayahan TNI AD dengan Pemerintah Daerah, LSM, tokoh-tokoh politik, agama dan masyarakat, serta komponen bangsa lainnya.

Dengan demikian, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan hubungan antar individu maupun kelompok yang tidak bisa dibatasi oleh struktur organisasi yang cenderung berbentuk Piramida - yang lebih mencerminkan hubungan atasan dan bawahan.

Komunikasi Sosial akan berjalan dengan efektif apabila dilaksanakan dalam hubungan Networking
yang menggambarkan hubungan yang sejajar antar individu maupun kelompok dalam konteks saling membutuhkan satu sama lain. (Lihat gambar di bawah).


Pola Hubungan antar Individu / Kelompok



Dalam perspektif tersebut, maka hal yang paling fundamental adalah terwujudnya kesepahaman diantara seluruh komponen bangsa bahwa Pembinaan Teritorial sebagai bagian dari urusan Pertahanan, merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, konsep partnership (kemitraan) dimana para pemegang kepentingan (stakeholders) dalam hal Pembinaan Terirorial harus 'berdiri sama tinggi duduk sama rendah' dalam penyusunan sampai dengan pelaksanaan program Binter.

Implementasinya di lapangan, Pembinaan Teritorial dilaksanakan oleh Komando Kewilayahan TNI AD pada tataran Operasional dan Taktis.   Tetapi bagaimanapun juga, Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki tanggung jawab untuk menyusun kebijakan dalam tataran Politis dan Strategis terkait dengan program Binter yang dimaksud.

Sebagai suatu bahan kajian dan perbandingan, pembagian strata tanggung jawab di atas dapat dicontohkan dengan bagaimana Amerika Serikat menggelar postur National Guards-nya sebagai suatu komponen cadangan dari kekuatan pertahanannya.    Pasukan  National Guards tersebut bertugas pokok sebagai penangkal pertama unsur militer dalam menghadapi ancaman terhadap stabilitas Keamanan Negaranya dalam lingkup domestik, seperti penanggulangan bencana alam, wabah penyakit, konflik horisontal, serta ancaman lainnya yang dianggap perlu ditangani oleh militer berdasarkan keputusan politik Presiden ataupun Gubernur Negara Bagian.

Dalam strata Politis, Pemerintah Pusatnya telah memberikan kebijakan sesuai dengan amanat konstitusi tentang postur komponen cadangan yang direkrut dalam kesatuan National Guards. Selanjutnya, Pemerintah Negara bagian pada tataran strategis - yang dapat disetarakan sebagai Pemerintah Daerah di Indonesia - menyusun program rekruitmen sampai dengan pemisahan termasuk mengalokasikan anggaran melalui APBD sesuai kebijakan Pemerintah Pusat.   Sedangkan dalam tataran operasional dan taktis, Kotama-kotama US Armed Forces mempunyai-

 
  • KODAM JAYA Online
  • KODAM JAYA Online
  • KODAM JAYA Online