Jumat, 10 September 2010
Ulti Clocks content

Sedang Online

Kami memiliki 6 Tamu online

Data Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini32
mod_vvisit_counterKemarin343
mod_vvisit_counterMinggu ini1631
mod_vvisit_counterBulan ini3293
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung265386

Login Area




 
Waspada Terhadap Bahaya Tanah Longsor PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Katopdam   
Selasa, 16 Maret 2010 18:57
Indeks Artikel
Waspada Terhadap Bahaya Tanah Longsor
2
3
Semua Halaman
WASPADA TERHADAP BAHAYA TANAH LONGSOR

Oleh Katopdam Jaya

Letnan Kolonel Ctp Ir Cipto Mulyono


Pendahuluan

Tragedi tanah longsor Ciwedey tanggal 23 Pebruari 2010 yang mengusik ketenangan warga desa Tenjolaya kembali terulang pada daerah yang letaknya relatif dekat yaitu Cianjur. Proses terjadinya sangat mirip karena memang topografi daerah tersebut merupakan daerah perbukitan dengan susunan material tanah yang hampir sama. Dari berbagai penelitian yang telah dilaksanakan pada kawasan ini Pemerintah Daerah telah mengeluarkan suatu bentuk peringatan berupa Peta Rawan Bencana dan berusaha untuk mensosialisasikan adanya daerah - daerah yang dikategorikan sebagai daerah rawan bencana baik itu tanah longsor, banjir maupun gempa bumi. Namun demikian ibarat gayung yang tidak bersambut maka apa yang telah disosialisasikan oleh pemerintah daerah ini kurang mendapatkan tanggapan dari masyarakat dan terkesan adanya suatu ketidak pedulian akibat dari kepentingan - kepentingan yang timbul di masyarakat.

Untuk mencegah berulangnya kejadian bencana tanah longsor ini perlu ada penjelasan terhadap warga guna meningkatkan kewaspadaan akan bahaya bencana tanah longsor dengan memberikan pengertian kepada warga tentang bagaimana mengetahui penyebab dan mencegah terjadinya tanah longsor disekitarnya.

Gb 1. Peta Daerah Rawan Bencana Jawa Barat


Bagaimana tanah longsor bisa terjadi ?

Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng satu kawasan, semakin besar kemungkinan terjadi longsor. Semua material bumi pada lereng memiliki sebuah "sudut keseimbangan" atau sudut di mana material ini akan tetap stabil. Bebatuan kering akan tetap di tempatnya hingga kemiringan 30 derajat, akan tetapi apabila terjadi hujan sehingga tanah / bebatuan itu basah maka terjadilah ketidakstabilan struktur tanah tersebut dan akibatnya akan meluncur menjadi longsoran.