Jumat, 10 September 2010
Ulti Clocks content

Sedang Online
Kami memiliki 7 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 35 |
![]() | Kemarin | 343 |
![]() | Minggu ini | 1634 |
![]() | Bulan ini | 3296 |
![]() | Total Pengunjung | 265389 |
Login Area
| Diabetes Melitus , Gambaran Klinis Dan Penatalaksanaannya - BAB II |
|
|
|
| Ditulis oleh Mayor Ckm (K) dr. Eny Ambarwati, SpPD | ||||||
| Selasa, 02 Maret 2010 13:22 | ||||||
Halaman 2 dari 4
BAB II
GAMBARAN
KLINIS DIABETES MELITUS
1. Apa Itu Diabetes ?
Penyakit diabetes
yang dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah suatu kumpulan gejala yang
timbul pada seseorang oleh karena adanya peningkatan kadar gula / glukosa darah
akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Diabetes melitus
merupakan salah satu penyakit degeneratif yang bersifat kronik. Pada tahun 1983
prevalensi DM di Jakarta tercatat sebesar 1,7%, 10 tahun kemudian prevalensinya
meningkat menjadi 5,7% dan pada tahun 2001 melonjak menjadi 12,8%. Klasifikasi
DM dikelompokkan menjadi 4 tipe yaitu DM tipe 1 yang tergantung insulin, DM
tipe 2, DM pada kehamilan dan DM tipe lain. Ada juga kelompok individu dengan
toleransi glukosa abnormal namun belum belum memenuhi kriteria DM. Kelompok ini
dimasukkan dalam toleransi glukosa terganggu (TGT).
2. Patofisiologi
Pankreas
yang disebut kelenjar ludah perut adalah kelenjar penghasil insulin yang
terletak di belakang lambung. Di dalamnya terdapat kumpulan sel berbentuk
seperti pulau yang disebut pulau Langerhans, Â berisi sel beta yang mengeluarkan hormon
insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Insulin tersebut
berperan dalam membuka pintu sel dan apabila glukosa masuk ke dalam sel maka glukosa
tersebut dimetabolisme menjadi tenaga. Bila insulin tidak ada maka glukosa
dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel yang berakibat kadar glukosa dalam
darah meningkat. Keadaan inilah yang terjadi pada DM tipe 1. Pada DM tipe 2
jumlah insulin bisa normal bahkan lebih banyak, tetapi jumlah reseptor /
pembawa insulin di permukaan sel berkurang. Reseptor insulin ini dapat
diibaratkan sebagai lubang kunci dan insulin anak kuncinya. Meskipun anak
kuncinya (insulin) banyak tetapi jumlah lubang kuncinya (reseptor) kurang maka
glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit, sehingga sel kekurangan bahan bakar
(glukosa) dan glukosa menumpuk dalam darah. Dengan demikian keadaan ini sama
dengan keadaan DM tipe 1, bedanya adalah pada DM tipe 2 di samping kadar
glukosa darah tinggi, kadar insulin juga tinggi atau normal. Pada DM tipe 2
juga bisa ditemukan jumlah insulin cukup atau lebih tetapi kualitasnya kurang
baik, sehingga gagal membawa glukosa masuk ke dalam sel. Disamping penyebab
diatas, DM juga bisa terjadi akibat gangguan transport glukosa di dalam sel
sehingga gagal digunakan sebagai bahan bakar untuk metabolisme energi.
3. Gejala dan Tanda
Adanya
penyakit DM ini pada awalnya sering tidak dirasakan dan tidak disadari oleh
penderita. Beberapa keluhan dan gejala yang perlu mendapat perhatian pada
pasien DM ialah :
1) Keluhan klasik :
- penurunan berat badan, lemah
- banyak kencing
- banyak minum
- banyak makan
2) Keluhan lain   :
- gangguan saraf tepi / kesemutan
- gangguan penglihatan
- gatal-gatal / bisul
- gangguan ereksi
- keputihan
4. Penyebab Diabetes
Sudah lama diketahui bahwa
diabetes merupakan penyakit keturunan, artinya bila orang tuanya menderita
diabetes, anak-anaknya akan menderita diabetes juga. Hal ini memang benar,
namun faktor keturunan saja tidaklah cukup. Ada beberapa faktor risiko yang
berperan timbulnya diabetes yaitu reaksi autoimun yang disebabkan oleh infeksi
virus (insulitis) misalnya virus cocksakie, rubella, CMV dan herpes. Selain itu
ada beberapa faktor resiko lain seperti obesitas, pola makan yang salah dan
kurang olah raga sebagai pencetus timbulnya diabetes.
|







