Jumat, 30 Juli 2010
Ulti Clocks content
Sedang Online
Kami memiliki 14 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 288 |
![]() | Kemarin | 502 |
![]() | Minggu ini | 2417 |
![]() | Bulan ini | 13690 |
![]() | Total Pengunjung | 247251 |
Login Area
| Diabetes Melitus , Gambaran Klinis Dan Penatalaksanaannya |
|
|
|
| Ditulis oleh Mayor Ckm (K) dr. Eny Ambarwati, SpPD | ||||||
| Selasa, 02 Maret 2010 13:22 | ||||||
Halaman 1 dari 4 DIABETES MELITUS , GAMBARAN KLINIS
DAN PENATALAKSANAANNYA ![]() Oleh :
Mayor Ckm (K) dr. Eny
Ambarwati, SpPD / NRP. 32980
Kadep Peny. Dalam, Jantung
& Paru
RS Tk II Moh. Ridwan Meuraksa, Kesdam Jaya / Jayakarta
BAB I
PENDAHULUAN
Penyakit diabetes sudah
dikenal sejak berabad-abad sebelum Masehi. Di Mesir sekitar 1500 tahun SM,
digambarkan adanya penyakit dengan tanda-tanda banyak kencing, namun baru 200
tahun kemudian Aretaeus memberi nama penyakit tersebut dengan diabetes dari
kata diabere yang berarti siphon / tabung yaitu tempat
mengalirkan cairan dari satu tempat ke tempat lain. Cendekiawan India dan China
abad 3 - 6 M juga menemukan penyakit ini dan mengatakan bahwa urin pasien
rasanya manis. Pada tahun 1674 Willis melukiskan urin pasien tersebut seperti
diselimuti madu dan gula. Oleh karenanya sejak saat itu nama penyakit tersebut
ditambah dengan kata melitus yang berarti madu.
Menurut WHO 1980,
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu yang tidak dapat dikatakan dalam satu
jawaban singkat dan jelas tetapi secara umum dikatakan sebagai suatu kumpulan
problema anatomik dan kimiawi. American Diabetes Association (ADA) 2005,
DM adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan ciri kadar gula darah yang
tinggi (hiperglikemia) akibat dari kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau
keduanya. Hiperglikemia kronik pada DM berhubungan dengan kerusakan jangka
panjang dan kegagalan beberapa organ tubuh terutama mata, ginjal, saraf,
jantung dan pembuluh darah.
Berdasarkan penelitian
epidemiologi di Indonesia, bahwa angka prevalensi DM berkisar antara 1,5 -
2,3%. Dalam International Diabetes Federation 2000, perkiraan penduduk Indonesia diatas 20 tahun
sebesar 125 juta dan yang mengidap DM berjumlah 5,6 juta. Berdasarkan pola
pertambahan penduduk seperti saat ini, diperkirakan tahun 2020 jumlah penduduk
Indonesia 178 juta dengan pengidap DM sebesar 8,2 juta. Meningkatnya prevalensi
DM di beberapa negara berkembang, antara lain disebabkan oleh peningkatan
pendapatan perkapita dan perubahan gaya hidup terutama di kota-kota besar.
|








