Jumat, 30 Juli 2010
Ulti Clocks content
Sedang Online
Kami memiliki 7 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 302 |
![]() | Kemarin | 502 |
![]() | Minggu ini | 2431 |
![]() | Bulan ini | 13704 |
![]() | Total Pengunjung | 247266 |
Login Area
| MANAJEMEN STRES |
|
|
|
| Ditulis oleh dr. Titis Diah Budiningwati SpKJ | ||||||
| Kamis, 25 Februari 2010 15:13 | ||||||
Halaman 1 dari 4 MANAJEMEN
STRES
(dr. Titis Diah Budiningwati SpKJ)
RS. Moh Ridwan Meuraksa
PENDAHULUAN
Dewasa ini perubahan tata nilai kehidupan berjalan
begitu cepat karena pengaruh globalisasi. Masyarakat menghadapi masalah yang
semakin beragam sebagai akibat modernisasi dan perkembangan dunia. Masalah
hubungan sosial dan tuntutan lingkungan seiring harapan untuk meningkatkan
pencapaian diri ketidak sanggupan pribadi untuk memenuhi tuntutan tersebut bisa
menimbulkan stres dalam diri seseorang. Beberapa faktor penyebab umum dari
stres antara lain : masalah pekerjaan, ujian, problem rumah tangga, sakit ,kurang
tidur ,dan banyak lainnya.1
Perubahan psikososial dapat merupakan
tekanan mental (stressor psikosial) sehingga bagi sebagian individu dapat
menimbulkan perubahan dalam kehidupan dan berusaha beradaptasi untuk
menanggulanginya. Stresor psikososial, seperti perceraian  dalam rumah tangga, masalah orang tua dengan
banyaknya kenakalan remaja, hubungan interpersonal yang tidak baik dengan teman
dan sebagainya. Namun, tidak semua orang dapat beradaptasi dan mengatasi
stressor akibat perubahan tersebut sehingga sehingga ada yang mengalami stres,
gangguan penyesuaian diri, maupun sakit.2
Penelitian menunjukkan bahwa stres memberi kontribusi 50 sampai 70 persen
terhadap timbulnya sebagian besar penyakit seperti penyakit kardiovaskuler,
hipertensi, kanker, penyakit kulit, infeksi, penyakit metabolik dan hormon,
serta lain sebagainya. Ketika seseorang mengalami stres yang berat, akan
memperlihatkan tanda-tanda mudah lelah, sakit kepala, hilang nafsu, mudah lupa,
bingung, gugup, kehilangan gairah seksual, kelainan pencernaan dan tekanan
darah tinggi.1 Orang hidup tidak mungkin terhindar dari stres
untuk itu kita harus dapat menyikapi dan mengelola stres dengan baik sehingga
kualitas hidup kita menjadi lebih baik.
PENGERTIAN STRES
Stres dapat didefinisikan sebagai semua jenis
perubahan yang menyebabkan fisik,emosi atau tekanan psikologis. Stres adalah respons mental seseorang dalam
menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Stres adalah segala masalah atau
tuntutan penyesuaian diri dan karena itu sesuatu yang mengganggu kita ( Maramis ).2,3
Stres adalah suatu kekuatan yang mendesak atau
mencekam yang menimbul;kan
suatu ketegangan dalam diri seseorang ( Soeharto Heerdjan 1987). Hal ini merupakan kondisi mental yang secara subyektif
tidak menyenangkan pada manusia. Stres bersumber dari internal dan eksternal. Stres
menyebabkan kemampuan seseorang menghadapi masalah menurun dan menimbulkan berbagai
keluhan psikis (mental emosional) maupun fisik. Stres menyebabkan hambatan
dalam kehidupan psikososial (pergaulan, pekerjaan, penggunaan waktu senggang)3,6
Vincent Cornelli
mengatakan stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh
perubahan dan tuntunan kehidupan,yang dipengaruhi oleh lingkungan maupun
penampilan individu didalam lingkungan tersebut sedangkan  Dadang hawari (2000) stres adalah suatu bentuk
ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubuh.3Stress is a feeling that's created when we react to particular
events.
Stres adalah
perasaan yang tercipta ketika kita bereaksi terhadap kejadian tertentu. It's the body's way of rising to a challenge and
preparing to meet a tough situation with focus, strength, stamina, and
heightened alertness. Ini adalah cara tubuh naik ke sebuah tantangan dan
bersiap-siap untuk memenuhi situasi yang sulit dengan fokus, kekuatan, stamina,
dan peningkatan kewaspadaan danThe events that
provoke stress are called stressors , and they cover a
whole range of situations - everything from outright physical danger to making
a class presentation or taking a semester's worth of your toughest subject.
peristiwa-peristiwa yang menimbulkan stres disebut stresor .3.4,5
Stres tidak selalu berarti sakit, dalam taraf tertentu
stres bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian. Stres adalah realitas
kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari yang disebabkan oleh perubahan
yang memerlukan penyesuaian atau adaptasi Â
( Dafis 1988). Stres adalah sebuah kondisi dimana sistim respon manusia
berubah keseimbangannya (Lilis1997).3
|







