Kamis, 11 Maret 2010
Ulti Clocks content
Sedang Online
Kami memiliki 10 Tamu onlineData Pengunjung







![]() | Hari ini | 61 |
![]() | Kemarin | 385 |
![]() | Minggu ini | 1206 |
![]() | Bulan ini | 4095 |
![]() | Total Pengunjung | 184955 |
Login Area
| Memahami Gempa Bumi |
|
|
|
| Ditulis oleh Letnan Kolonel Ctp Ir. Cipto Mulyono Katopdam Jaya | |||||
| Kamis, 12 November 2009 07:45 | |||||
Halaman 1 dari 3 MEMAHAMI GEMPA BUMI
![]()
Oleh : Letnan Kolonel Ctp Ir. Cipto
Mulyono
Katopdam Jaya
PENDAHULUAN
"Apabila
bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat; dan bumi telah mengeluarkan
beban-beban berat (yang dikandung)-nya; dan manusiapun bertanya; apa yang terjadi
pada bumi ini? Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya; karena sesungguhnya
Allah SWT, Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya."
( Al Qur'an, Surat Al Zalzalah; 1-5)
Gempa
Bumi kembali mengguncang wilayah Indonesia. Laporan Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan bahwa dalam bulan Oktober
2009 ini saja sudah tercatat terjadi sebanyak 28 peristiwa Gempa Bumi dengan
kekuatan diatas 5.0 Skala Richter tersebar di beberapa bagian wilayah Indonesia
yang kesemuanya merupakan jenis Gempa Bumi Tektonik.
Untuk
dapat mempersiapkan diri dalam mensikapi keberadaan Gempa Bumi ini, ada baiknya
apabila kita dapat memahami Apa itu Gempa Bumi? Bagaimana proses Gempa Bumi
terjadi? Mengapa Indonesia
masuk dalam wilayah yang sangat rentan terhadap terjadinya Gempa Bumi? Siapa
yang memperkenalkan Skala Richter untuk mengukur kekuatan guncangan akibat Gempa
Bumi? Yang tidak kalah penting adalah bagaimana upaya - upaya pengamanan kita
untuk menyelamatkan diri dari bahaya Gempa Bumi.
APA ITU GEMPA BUMI?
Gempa Bumi adalah berguncangnya
bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas
gunung berapi atau runtuhan batuan. Kekuatan Gempa Bumi akibat aktivitas gunung
berapi dan runtuhan batuan relatif kecil frekuensi kejadiannya dibandingkan
dengan Gempa Bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif. Lempeng Samudera yang rapat massanya
lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng
benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng
itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan
gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya
di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas
elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti
oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel
ke segala arah yang disebut gelombang Gempa Bumi.
Penggolongan /
Klasifikasi Gempa.
Gempa Bumi
dapat digolongkan menjadi beberapa kategori.
Normal
0
false
false
false 1. Menurut
proses terjadinya, Gempa Bumi diklasifikasikan menjadi seperti berikut.
a. Gempa tektonik. Terjadi akibat tumbukan lempeng - lempeng di
litosfer kulit bumi oleh tenaga tektonik. Tumbukan ini akan menghasilkan
getaran. Getaran
ini yang merambat sampai kepermukaan bumi.
b. Gempa vulkanik. Terjadi akibat
aktivitas gunung api. Oleh karena itu, gempa ini hanya dapat dirasakan di
sekitar gunung api menjelang letusan, pada saat letusan, dan beberapa saat
setelah letusan.
c. Gempa runtuhan atau longsoran. Terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan
mengalami runtuh. Getaran yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya
dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.
2. Menurut
bentuk episentrum (pusat gempa), ada dua jenis gempa.
a. Gempa sentral. Episentrum berbentuk
titik.
b. Gempa linear. Episentrum
berbentuk garis
3. Menurut kedalaman Epiosentrum, ada tiga
jenis gempa.
a. Gempa Bumi dalam. Kedalaman episentrum
lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi.
b. Gempa Bumi menengah. Kedalaman episentrum
berada antara 60 - 300 km di bawah permukaan bumi.
c. Gempa Bumi dangkal. Kedalaman episentrum
kurang dari 60 km.
a. Gempa sangat jauh. Jarak
episentrum lebih dari 10.000 km.
b. Gempa jauh. Jarak episentrum
sekitar 10.000 km.
c. Gempa local. Jarak episentrum
kurang 10.000 km.
5. Menurut
lokasinya, ada dua jenis gempa.
a. Gempa daratan. Episentrumnya di daratan
b. Gempa lautan. Episentrumnya di dasar laut. Gempa jenis
inilah yang sering menimbulkan Tsunami.
|








